Friday, January 19, 2018

KELUH







Air mata adalah bahasa hati

Dia bicara saat bibir terkunci

Tetesannya alirkan perih

Menggelayut tapaki jalanan berduri

Mungkin luka ini

Terlihat indah bagimu

Hingga seringai marahmu

Hancurkan segala rindu
Pedihnya sebuah pengharapan
Pikiranku berkata “ Tidak “
Tapi hatiku berteriak “ Iyaa “
Laksana bintang dipusara malam
Aku terlalu bodoh memahami
Batas antara bimbang dan benci
Maka segera kubuang
Segala cinta dan puisi
Karena nyala api diatas percikan sepi
Adalah misteri ...ketika kau tak peduli

PERGI







Pergilah

Pergilah...
Jika
itu membuatmu lega
Usah
risaukan jejak-jejak yang tertinggal
Dia kan
mengering seperti rumput yang kau injak
Biarkan
serpihan daun melayang tanpa arah
Terhempas
angin menimpa jalan tanah
Pergilah...
Raih
mimpi bersama sang waktu
Buang
semua rintihan rindu
Yang
membelit menahan timbunan kasihmu
Tak
perlu kau tarik jemariku
Dalam
dekapan setiamu
Pergilah...
Tatap
awan berarak menengadah
Menyeruak
dibalik kesenyapan
Sambut
esokmu dampar segala kesedihan

Wednesday, June 21, 2017

" Keluh "

Air mata adalah bahasa hati

Dia bicara saat bibir terkunci

Tetesannya alirkan perih

Menggelayut tapaki jalanan berduri

Mungkin luka ini

Terlihat indah bagimu

Hingga seringai marahmu

Hancurkan segala rindu




Tuesday, June 6, 2017

mocktailku: " KENANGAN YANG TERTUNDA "

Aku sesali tentang itu...

Tentang kenangan yang tertunda

Dimana senyum menjadi nyawa

Yang mengalir dalam setiap nadi

Sekarang apa?

Tetap saja kenangan itu

Hanya secercah fata morgana

Yang tak jua bisa aku raba

Aku mulai lelah

Kala desiran kabut senja

Pelan merayap 

Menyingkap tirai kenangan

Yang kian renta

Friday, May 12, 2017

" BILA "

Bila kau kembali

Duniaku menari-nari

Mataku terang selaksa matahari

Daun kering yang terkoyak

Kini menghijau lagi



Bila kau ada

Bintang-bintang berkedip manja

Kabut putih berarak ceria

Hingga lembaran kertas bergaris

Kuukir dengan segudang tinta



Bila kau risau

Rinduku yang kan menghalau

Singkirkan seribu ranjau

Ku mohon.....

Jangan biarkan kisah ini menjadi lampau






Thursday, March 9, 2017

Butiran Pasir

Bagimu...

Aku bagaikan sebutir pasir masa lampau

Diantara butiran pasir

Masa kini dan masa depanmu

Yaaa...

Aku hanyalah setitik kenangan

Yang pantas kau lupakan

Apalah aku

Seperti goresan tulisan diatas air

Yang mudah hanyut

Dalam terjangan kehidupanmu

Pergilah...

Kulepas kau

Dengan genangan deritaku


Friday, February 10, 2017

Kulepas Kau Pergi

Shanum

Selendang kawung yang aku beli

Di hari pernikahan ibumu

Sejatinya untuk menggedongmu

Tapi kamu pergi

Sebelum sempat menyentuh kain itu

Kenapa nak ?

Kami bahkan sudah siapkan

Ruang terindah di hati kami

Berhiaskan permadani cinta

Dan kerlap kerlip kasih

Dengan berjuta warna warni dunia

Tapi Shanum

Selendang pelangi bidadari

Lebih menarik bagimu

Harumnya wangi syurga

Lebih memikat untukmu

Baiklah Shanum

Jika itu pilihanmu

Kami rela melepasmu

Temui Dia

Dengan ribuan bintang di matamu