Friday, January 19, 2018

KELUH







Air mata adalah bahasa hati

Dia bicara saat bibir terkunci

Tetesannya alirkan perih

Menggelayut tapaki jalanan berduri

Mungkin luka ini

Terlihat indah bagimu

Hingga seringai marahmu

Hancurkan segala rindu
Pedihnya sebuah pengharapan
Pikiranku berkata “ Tidak “
Tapi hatiku berteriak “ Iyaa “
Laksana bintang dipusara malam
Aku terlalu bodoh memahami
Batas antara bimbang dan benci
Maka segera kubuang
Segala cinta dan puisi
Karena nyala api diatas percikan sepi
Adalah misteri ...ketika kau tak peduli

No comments:

Post a Comment