Air mata adalah bahasa hati
Dia bicara saat bibir terkunci
Tetesannya alirkan perih
Menggelayut tapaki jalanan berduri
Mungkin luka ini
Terlihat indah bagimu
Hingga seringai marahmu
Hancurkan segala rindu
Dia bicara saat bibir terkunci
Tetesannya alirkan perih
Menggelayut tapaki jalanan berduri
Mungkin luka ini
Terlihat indah bagimu
Hingga seringai marahmu
Hancurkan segala rindu
Pedihnya sebuah pengharapan
Pikiranku berkata “ Tidak “
Tapi hatiku berteriak “ Iyaa “
Laksana bintang dipusara malam
Aku terlalu bodoh memahami
Batas antara bimbang dan benci
Maka segera kubuang
Segala cinta dan puisi
Karena nyala api diatas percikan sepi
Adalah misteri ...ketika kau tak peduli
No comments:
Post a Comment