Sunday, February 4, 2018

Ibuuu







Jangan lagi marah
Ibu
Tiga malam aku
tunggui kepulanganmu
Diantara derasnya
serbuan rasa rindu
Besok dentuman bedug bertalu-talu
Lebaran telah tiba Ibu
Tapi belum juga kau jahit baju baru
Malam ini aku menangis Bu
Karena adiku tak punya baju
Gemeretak roda kereta
Lalu lalang pedagang kaki lima
Menambah gelisah kian sendu
Kutatap jendela kereta satu-satu
Barangkali ada wajah Ibu
Tapi hingga senja berlalu
Hanya peluit kereta yang berlagu
Ibuuuu, Ibuuuu
Aku berjanji tak kan buat Ibu marah lagi
Pulanglah Bu, rindu kami selalu
menanti

Saturday, January 20, 2018

Hadirmu







Hadirmu
Bagai air laut yang menggenangi bumi
Semenjak usia semakin menua
Aku tahu sandiwara yang kau lakoni
Semua hanya tipuan semata
Katakanlah
Kau tak mau ini terjadi
Seperti cerita yang tertulis di bait prosa
Aku bertahan demi sepotong hati
Yang bertabur senandung rasa
Bicaralah
Tentang cara mencitaiku
Biar aku tak jadi mengembara
Menyusuri bayanganmu di sepinya waktu
Dan berakhir dengan tubuh membalut rangka
Entahlah
Tanpamu ku merasa kisahku sia-sia
Karena sapa yang terucap terlancur menghampiri
Jujur bila suatu masa aku tak lagi kuasa
Kenanganmu kan kubawa sampai mati

Jejak



Aku mencintaimu
Seperti bulan dan matahari
Tak peduli siapapun kamu
Rasa ini tulus seputih melati

Kedua tangan yang kurentang
Menyentuh sehelai daun kering
Sesaat melayang jatuh kegirangan
Menghitung putaran waktu yang berdering

Gemerisik air terjun dibendungan
Basaih kerudung menyelusuri lembah sunyi
Selarik  awan di
tepian pegunungan
Ibarat segumpah buih mengambang tanpa arti

Ini tentang aku yang mencoba
Tapaki jejak berseraknya ribuan kisah
Meski kita ada di titik yang berbeda
Pasti tujuan berujung pada satu arah

J

Baiklah







Aku bukanlah apa-apa bagimu
Aku juga bukan siapa-siapa untukmu
Wajar jika....
Tiada tempat di bilik ruang kasihmu

Indahnya warna pelangi di matamu
 Gempita riuh
tepukan kehidupanmu
Dan binkai emas lukisan ragamu
Bukanlah milikku

Baiklah
Aku yang pergi tinggalkan semua pesonamu
Biar tak kulihat lagi manisnya kebimbanganmu
Dan goresan rindu yang beradu dalam haru
Kan kuganti dengan potret laraku
............
Yang kurajut bersama lepasnya masa lalu